TERORIS SIAPAKAH SEBENARNYA




            Ketika disebutkan kata Teroris, yang ada difikiran orang-orang adalah sebuah kekerasan, penghancuran, melumuhkan, mempengaruhi dengan cara kekerasan. Akhir-akhir ini banyak sekali bermunculan tentang seorang yang mampu membuat gencar dunia, banyak orang beranggapan telah menjadi pengganggu kehidupan disetiap manusia hingga sampai ke Dunia. Teroris yang mungkin tidak ketahui apa sebenarnya tujuan akhir dari pada mereka. Yang mungkin untuk kepentingan dia sendiri ataupun untuk kepentingan orang banyak. Karena disetiap teroris saat ini tidak hanya dilakukan dari kalangan yang memang mengetahui bagaimana langkah yang tepat selain dari jalan meneror.
Tetapi mengapa hanya dalam satu pihak yang menjadi tertuduh dari perbuatan ini. Coba mari kita pahami, sedikit melihat ke luar dari negara kita. Mengapa ketika ada sebuah kasus peneroran lagi-lagi umat Islam yang menjadi tersangka. Dan dengan kecerdikannya orang-orang barat seperti memposisikan dirinyalah yang menjadi korban. Disitulah letak umat kita sedang dijajah dan berusaha dihancurkan dari posisi yang tidak mudah diketahui. Dengan cara di adu dombakan, sehingga terjadi perpecahan dan salah paham antar umat Islam.
Ketika dulu negara Paris diserang, reaksi mengercam pun bermunculan. Ada yang secara langsung menyatakan umat Islam  dan Islam  harus bertanggung jawab. Mereka menyudutkan kebencian terhadap Islam  seperti pernyataan-pernyataan masjid harus ditutup, pengungsi-pengungsi yang ada di Suriah harus diusir, mereka hanya menerima pengungsi Suriah beragama Kristen, serta provokasi kebencian lainnya.
Ada yang mengatakan Teroris adalah penjahat besar, tidak ada sangkut paut dengan agama. Dan penjahat besar itu tidak memiliki agama. Musuh sesama kita adalah terorisme. Namun ucapan ini sesungguhnya juga mengandung racun pemikiran yang berbahaya. Karena siapa yang mereka maksud dengan teroris itu adalah mereka yang melawan Barat dengan Jihad Fi Sabilillah. Siapa lagi mereka kalau bukan kelompok Mujahidin, kalau bukan Hamas. Ujung-ujungnya, kembali menyerang kaum Muslimin.
Kembali pada tujuan yang mereka serang adalah nilai-nilai Islam  yang mulia, syariah, khalifah dan jihad. Bersama dengan itu mereka menawar pemikiran-pemikiran sesat mereka seperti Islam  Moderat, Islam  Inklusif, Islam  Demokratis, dan lain-lain. Karena itu penting kembali kita ketahui apa sebenarnya yang menjadi pangkal kerusakan dan kekacauan saat ini di dunia? Kita kembali ingatkan Ideologi kapitalisme yang diusung oleh negara-negara Barat. Sadarkah kita itu yang menjadi pangkal berbagai kerusakan dan kekacauan di dunia saat ini? Benarkah Negara-negara Baratlah teroris sesungguhnya?
Kapitalisme merupakan ideologi yang lahir dari pengabdian manusia terhadap agama dan kerakusan manusia akan materi. Menyebar luaskan ideologi kapitalisme menjadi tujuan politik luar  negeri  negara-negara Barat dengan satu metode yang baku, yaitu penjajahan. Ideologi inilah yang mendorong Barat untuk melakukan penjajahan di seluruh dunia, merampok kekayaan alam negara-negara lain untuk kepentingan mereka. Tidak peduli apakah harus membunuh puluhan juta orang. Sejarah mencatat bagaimana kolonialisme Barat telah membunuh puluhan juta orang.
Sesungguhnya Baratlah yang pantas disebut sebagai teroris sesungguhnya. Seperti yang diberitakan penyerangan di Paris. Kalau pelaku penyerangan Paris yang menewaskan sekitar 130 orang dapat disebut teroris. Bagaimana dengan koalisi Iblis Barat pimpinan Amerika yang telah membunuh lebih dari 1 juta orang di Irak dan Afghanistan? Bagaimana dengan penjajah Yahudi yang telah membunuh lebih dari 1. 500 saat mereka menyerang rakyat-rakyat Palestina di Gaza pada tahun 2014 yang di lakukan dalam beberapa minggu saja, padahal yang menjadi korban juga terdapat ibu-ibu hamil dan anak-anak yang tidak berdosa.
Bagi kami tidak ada pilihan lain untuk menyelesaikan persoalan kami kecuali dengan tegaknya khalifah yang akan menerapkan syariat Islam, menyatukan umat Islam, melindungi setiap tetes darah umat Islam  dan setiap jengkal tanah kaum Muslimin dari negara-negara rakus, dari orang-orang brutal. Cukuplah Allah SWT dengan syariah-Nya yang mulia sebagai pelindung kami dan tempat kami kembali.
            Seperti sekarang permasalahan yang ada di Indonesia Teroris yang makin ditemukan dimana-mana keberadaannya. Banyak menduga dari kaum para muslimin. Mungkin yang ada di benak mereka adalah Jihad Fi Sabilillah. Berusaha memusnahkan kaum yang tidak satu jalan dengan mereka. Tapi percayalah semakin tinggi iman seseorang pasti semakin tinggi pula tingkat toleransi pada diri manusia. Jihad kita yang sekarang adalah bagaimana cara memerangi diri kita sediri melawan penyakit hati, sifat yang semakin mementingkan diri sendiri/serakah, saling menjatuhkan sesama muslim, dan lain lain. Dari situ sebenarnya kita sedang di perangi, dengan cara yang mungkin tidak kita sadari. Sebagai seorang muslim yang mengetahui bagaimana cara melindungi diri kita dari efek buruk yang dapat merusak akhlak diri kita, seharusnya kita tidak dengan mudahnya terpengaruh dan menerima secara langsung segala sesuatu yang mungkin dapat menyesatkan diri kita sendiri. Dengan cara membentengi dan selalu berpegang dengan apa yang telah di syariatkan untuk kita umat muslim.
            Kenapa umat Islam  yang selau menjadi tertuduh, kenapa umat Islam  yang lagi-lagi menjadi tersangka. Mungkin itu yang menjadi tujuan mereka yaitu mempengaruhi setiap umat muslim agar bercerai berai saling membunuh sesamanya. Tanpa mereka sendiri yang harus memerangi umat Islam  yang sampai kapan pun akan tetap menjadi musuh mereka.
            Renungkan kalaupun memang yang menjadi teror di Indonesia adalah Umat muslim, sadarkah para peneror-peneror yang anda Bom, yang ada bunuh dengan cara yang yang tidak sewajarnya itu adalah ada juga seorang umat ISLAM. Yang sama-sama di dalam hatinya terdapat iman, dengan mempercayai adanya Allah SWT. Mereka bersaksi, bersyahadat menyebut nama Tuhannya dan nama Nabinya. Apakah ada di dalam ajarannya kita harus membunuh saudara-saudara kita yang masih dalam hijrahnya?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL JURNAL METOPEN "PENDEKATAN"

PPT Ilmu Kalam

JURNAL A' Qur'an dan Al Hadits